Senin, 09 April 2012

Alasan para imam hadits dalam meriwayatkan hadits yang dianggap dlaif

Hujah para imam Hadits atas tuduhan meriwayatkan hadits dlaif yang dituduhkan oleh orang -orang yang mengaku salafiy


Imam abu daud berkata didalam muqodimah kitab sunannya :


Tidak menyebutkan ( menceritakan ) aku didalam kitabku pada hadits yang mana manusia bersepakat meninggalkannya ( tidak mengamalkannya / tidak mengakuinya )


Imam At-tirmidzi berkata dalam muqodimah kitab sunan At-tirmidzi :


Tidaklah mengeluarkan ( menyebutkan ) aku didalam kitabku kecuali hadis-hadis yang benar-benar telah diamalkan oleh fuqoha


Imam Abu Daud dan Imam At-tirmidzi didalam kitab sunannya menjelaskan alasan dan dasar mereka meriwayatkan hadis didalam kitab mereka.
Dengan dua perkataan dari Imam yang mu’tabar ( diakui ) ini , kami akan membawakan hadis , atsar dan firman ALLAH yang memperkuat dan secara gamblang menjelaskan alasan ditulisnya hadits yang diduga dlaif


Berikut hadis , atsar para salafussholih :

1. Abi utsman an-nahdiyi bekata bahwa umar ibnu al-khattab berkata  ; Cukuplah seseorang dikatakan pendusta bila dia berkata ( menceritakan ) setiap yang didengarnya

2. Ibnu wahbin mengabarkan bahwa Malik berkata : Tidaklah selamat dan tidaklah bisa dijadikan imam atau panutan orang yang selalu bercerita ( mengabarkan ) setiap sesuatu yang didengarnya.

3. Muhammad ibnu Al-mutsanna berkata bahwa dia mendengar Abdirrohman Ibnu Mahdi berkata :
Tidak ada bagi seseorang itu menjadi imam atau panutan bila tidak bisa menahan sebagain yang didengarnya

4. saad ibni Ibrohim berkata
tidak boleh bercerita tentang hadis rosululloh sholollohu alaihi wassalam kecuali orang yang tsiqoh

5. Qosim ibnu Abdillah berkata :
Lebih jeleknya orang yang berakal disisi ALLAH adlah ornag yang berkata tanpa ilmu dan mengambil hadits dari selain orang yang tsiqot ( dapat dipercaya )

6. Ibrahim Ibnu abdillah ibni almundzir albahili berkata bahwa ya’la ibnu uaidin berkata pada kami bahwa sufyan atsauri berkata : Takutlah ( berhati-hatilah ) kalian pada kalbi ( didalam mendengarkan hadis ) . maka ditanyakan pada Sufyan ats-tsauri : tapi kenapa engkau meriwayatkan hadis darinya ? Sufyan menjawab : saya lebih mengetahui pada ( perkataan kalbi ) benarnya dan dustanya .

7. Rosulloloh bersabda :
Barang siapa yang meriwayatkan hadis yang dia tahu hadis itu dusta maka dia adalah pendusta

8. Allah berfirman : ( s. hujurot ayat 6 )
Hai orang – orang yang beriman ketika datang pada kalian orang fasik membawakan suatu berita maka carilah keterangannya ( tabayunnlah) sehingga kalian menimpakan ( menghukumi ) pada suatu qoum karena kebodohan kalian

Dari 8 dalil dan atsar yang diatas , maka

 Apakah kalian hendak mengatakan bahwa Imam Abu Daud , Imam Ahmad , Imam At-tirmidzi ,Imam Ibnu Majah ,dll adalah pendusta karena banyak meriwayatkan hadis dhoif pada kitabnya ?
 Apakah para imam itu pantas disebut sebagai imam ahli hadis bila tidak mengetahui kedudukan perowi yang meriwayatkan hadisnya ?
 Apakah mereka imam hadis itu tidak tahu bahwa hanya orang tsiqoh saja yang boleh meriwayatkan hadis ?
 Lalu kenapa mereka mengambil dari perowi yang dhoif ?
 Apakah mereka tidak tahu perowi itu dhoif ?
 Lalu bila mereka tahu bahwa perowi itu dhoif dan hadis mereka tidak bisa dijadikan hujah , kenapa mereka Imam ahli hadits nekat meriwayatkan , menulis, bahkan mengajarkannya ?
 Apakah mereka tidak takut dengan pendapat Qosim ibnu Abdillah Ibnu Umar Ibnu al-Khattab yang berkata : Lebih jeleknya orang yang berakal disisi ALLAH adlah orang yangmeriwayatkan hadits dari selain orang yang dapat dipercaya ( tsiqot ).
 Apakah mereka tidak takut dengan ancaman Rosululloh shololllohu alaihi wassalam yang bersabda : orang yang meriwayatkan hadis yang diketahui apakah hadis itu dusta maka dia adalah pendusta .

Dengan banyaknya pertanyaan diatas maka apakah Imam – imam ahli hadits yang haditsnya ditulis dalam silsilah hadis dhoif wal mauduah ( karangan syaikh Albani ) itu masih pantas disebut Imam ahli hadis ? 

Untuk itulah kami berhusnudzhon billah dengan membawakan hujah dari Sufyan Ats-Tsauri dan firman ALLAH pada suroh Al-Hujurot ayat 6 .
Apakah maksud perkataan Imam Sufyan Ats-Tsauri aku lebih mengetahui kapan dia dusta dan kapan dia benar ?
Apakah maksud firman ALLAH : Hai orang – orang yang beriman ketika datang pada kalian orang fasik membawakan suatu berita maka carilah keterangannya ( tabayunnlah) sehingga kalian menimpakan ( menghukumi ) pada suatu qoum karena kebodohan kalian Nabi ALLAH musa alaihissalam berdoa : Sesungguhnya aku berlindung dari kebodohan Niscaya orang-orang yang diberi akal dan kefahaman oleh ALLAH akan memahami artikel diatas

dan kami berlindung dari kebodohan ilmu karena taklid dan kesombongan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar